kopas dari ebeSS Mengapa harus The Wall? Kan banyak album Pink Floyd lain yang tidak kalah bagus dan fenomenalnya? Memang! Menelusuri Pink Floyd di alam maya, bisa2 bloggernya yang K.O. klo nggak O.K.! Walaupun sudah merasa terjebak dan nanggung, tetap saja menyelesaikan tulisan ini demikian sulit! Karena itu singkat saja, bukankah dunia maya milik umum, tiap blogger, tiap orang malah, bebas membacanya?
   Syukurlah, di tengah penelusurannya, Pink Floyd ternyata demikian remeh temeh! Bahkan di tengah kegelisahannya. Hanya dengan membaca barbagai ulasan album The Wall, benar2 seperti ambil mata kuliah 4 sks. Album ini terdiri dari 2 X 13 lagu, tentu saja saling terkait karena berbentuk rock opera. Fenomenal? Jelas! Karena album ini tercipta karena hal yang sangat sepele awalnya. Jarak dengan penggemar, bukankah ini masalah biasa yang dialami anak band, juga di Indonesia?
Kenyataannya, jangankan mirip Pink Floyd, grup band Indonesia menghasilkan 'rock opera' saja, hingga saat ini masih merupakan impian di siang bolong! Akhirnya jalan pintas dan gampang yang seolah bijak ditempuh.Memenuhi dan memuaskan keinginan para fansnya sampai klimaks. Dan tinggallah penggemar musik Indonesia tetap dalam kebodohannya. Lho? Emang klo Pink Floyd, apa yang dilakukan mensikapi penggemar?
Mencintai penggemar, justru disikapi Pink Floyd dengan menciptakan The Wall. Memprihatinkan, bahwa ternyata penggemar musik berada di luar tembok! Mereka tidak memahami 'sense of music' Pink Floyd! Ini benar2 tembok! Hingga saat ini kita masih kuat memahami musik Pink Floyd sebagai Psychedelic rock, art rock, progressive rock, space rock, grunge dan banyak lagi turunan musik hard rock lainnya. Justru Pink Floyd seakan bertanya, mengapa? Hanya biar berbeda dari Deep Purple, sang titisan Dewa Hard Rock? Apa nggak mungkin justru Pink Floyd adalah Dewa? Bukankah namanya gabungan dari dua dewa blues, Pink Anderson dan Floyd Council?
Di Indonesia juga ada pembicaraan semacam ini Andi Julias membahas sisi musikalitas Pink Floyd. Ia melihat kualitas musisi Pink Floyd biasa saja. Pada zamannya, yang memiliki skill bermain di atas mereka juga ada. Kekuatan Pink Floyd justru terletak pada keliaran lirik dan keberanian melakukan eksperimen. "Kalau dilihat progressive chord-nya, mereka ini simpel. Apalagi setelah masuknya David Gilmour," katanya. Dilihat dari chord In the Flesh di bawah, C F C F C Dm Em G, cukup sederhana memang! Hanya kenapa pembicaraan harus sampai kualitas, yang tidak dipengaruhi biasa dan rumitnya chord?
  Dalam kesuntukannya Pink Floyd pada album ini juga, justru mengadu pada Verra Lynn, dengan syair
Vera
Does anybody here remember Vera Lynn Remember how she said that We would meet again Some sunny day
Vera! Vera! What has become of you Does anybody else in here feel the way I do?
Music: Waters
Ya, kenapa Pink Floyd bisa memahami si Vera, penyanyi perang dunia II kebanggaannya itu, sedang kita demikian sulit memahami Pink Floyd? Dengan menyebut Psychedelic rock, art rock, progressive rock, space rock dan banyak lagi turunan musik hard rock lainnya, tanpa sadar kita membangun "Another Brick in the Wall" Kelihatannya kita tanpa memahami bata2, main asal susun saja.
Jadi teringat kata2 anak gadis emak, enjoykan saja! itulah maksud Pink Floyd, bukankah lebih mudah dan bijak menyebut rock Queen, rock Genesis, Rock Pink Floyd??!!
In The Flesh, 1979's epic rock opera The Wall ( Pink Floyd ) The film, written by Waters and directed by Alan Parker, starred Boomtown Rats founder Bob Geldof
Do = C
C - - - - - - - - - - - - - - F aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa C - - - - - - - - - - - - - - F aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa C - - - - - - - - - - - - - - Dm aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Em - - - - - - - - - - - - - -G aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
C - - - - - - - - - - - - - - - F So ya Thought ya Might like to Go to the show C - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - F To feel the warm thrill of confusion That space cadet glow C I got me some bad news for you sunshine, Dm Pink isn't well he stayed back at the hotel Em And they've sent us along as a surrogate band G We're gonna find out where you fans Really stand
Are there any queers in the theatre tonight Get 'em up against the wall There's one in the spotlight He don't look right to me Get him up against the wall That one looks Jewish, And that one's a coon Who let all this riffraff into the room There's one smoking a joint and Another with spots If I had my way I'd have all of you shot
Music: Waters
  
Download this and other original video files with Multiply Premium.
 | *tersepona sm tulisan ebes* Hidup Pink Floyd, eh, Hidup Ebess... :) |
 | hai mbak rara ! wah pangling saya, tambah cantik. padahal raul saja sekarang sudah besar ya......... |
 | ssst, apa rahasianya seger begitu? tanaman? jamu? musik? minta resepnya! |
| |